Pernak Pernik

Jumat, 22 Juni 2012

Lukisan Pahlawan Nasional dr. Wahidin Sudirohusodo

 

Lukisan Pahlawan Nasional dr. Wahidin Sudirohusodo di Gedung Agung, Yogyakarta. (foto: archie/presidensby.info) Diantara 6 Istana Kepresidenan yang dimiliki Indonesia, Gedung Agung Yogyakarta merupakan salah satu yang paling bersejarah. Selesai dibangun pada tahun 1832, arsitek dari Gedung Agung ini adalah A.A.J Payen yang merupakan guru dari salah satu pelukis ternama Indonesia, Raden Saleh. Di dalam Gedung Agung anda akan menemukan banyak sekali hasil karya seni dari seniman-seniman ternama. Salah satunya adalah lukisan besar yang merupakan potret dari Pahlawan Nasional dr. Wahidin Sudirohusodo.

Terletak di sisi tembok utara Ruang Garuda, lukisan ini tergantung dengan dimensi yang cukup besar, tingginya mencapai ukuran 103 cm dengan lebar 83 cm. Sosok pahlawan nasional Indonesia inipun digambarkan mengenakan pakaian tradisioal Yogyakarta lengkap dengan blangkon berwarna hitam. Salah satu pendiri organisasi pemuda Budi Utomo ini dilukiskan berdiri tegak dengan tangan terlipat, tatapannya tenang dan bersahaja menunjukkan karakterya sebagai seorang pemikir dan pejuang. Sayangnya ia wafat pada tahun 1917, jauh sebelum Indonesia Merdeka. Namun ia telah meletakkan dasar bagi majuya pendidikan dan memupuk kesadaran kebangsaan rakyat Indonesia yang akhirnya melahirkan kemerdekaan.

Salah satu hal menarik mengenai lukisan dr. Wahidin Sudirohusodo adalah pelukisnya yang merupakan cucunya sendiri. Sang pelukis, Sujono Abdullah, adalah cucu dari dr. Wahidin Sudirohusodo dari ayahnya, Abdullah Suriosubroto, yang diangkat anak oleh sang pahlawan nasional. Perlu diketahui juga bahwa Sujono Abdullah adalah kakak dari Maestro Pelukis Indonesia, Basuki Abdullah.

Lahir pada tahun 1911 di Yogyakarta, Sujono Abdullah pertama kali belajar melukis pada ayahnya sendiri yang adalah juga pelukis terkenal pada masa itu. Pada awalnya, Sujono Abdullah banyak menggambarkan pemandangan dengan sentuhan roman pada kanvasnya. Selain itu, Sujono juga terlihat gemar menggambarkan aktifitas sehari-hari kehidupan pedesaan. Beberapa lukisannya yang terkenal menggambarkan aktifitas di sawah dan pasar pedesaan. Ia menghabiskan akhir hidupnya di Jawa Timur dan meninggal bulan Juli tahun 1993. (arc)

Foto: Lukisan Pahlawan Nasional dr. Wahidin Sudirohusodo di Gedung Agung, Yogyakarta. (foto: archie/presidensby.info)

 

 

Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Istana Kepresidenan Republik Indonesia
Hak Cipta dilindungi Undang-undang