
Bersama para diplomat dan delegasi Indonesia pada pertengahan bulan Ramadhan ini, saya menghadapi ujian tersendiri. Sambil tetap menjalankan ibadah puasa, saya melaksanakan tugas non-stop selama 5 hari di Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, untuk memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara tercinta. Sesaat mempersiapkan diri kembali ke Jakarta, hati saya bagai digerakkan untuk mengabadikan lagu manis 'Kuasa Tuhan' ini. Dalam penerbangan udara dari Vancouver, Kanada, ke Tokyo, Jepang, lagu ini saya perkenalkan kepada para anggota delegasi.
Pernahkah kau bertanya
mengapa bumi terus berputar
pernahkan kau bertanya
matahari kan terus bersinar
siang berganti malam
bersama bintang dan rembulan
kepastian alam, kehendak-Mu TUHAN
keagungan alam, kuasa-Mu TUHAN
*INTERLUDE
Pernahkah kau katakan
mengapa hari terus berganti
Pernahkah kau katakan
Tiada kekal kehidupan ini
Suka berganti duka
Manusia jauh dari kuasa
Kehidupan insan, kehendak-Mu TUHAN
Suka duka insan, kehendak-Mu TUHAN
Ku bersyukur, kepadaMU TUHAN
Ku bersyukur, kepadaMu TUHAN
New York, 26 September 2007