Billy Mambrasar Menginspirasi Komunitas Earth Hour di Yogyakarta

Billy Mambrasar mengajak pemuda dan pemudi Indonesia untuk lebih melibatkan diri dalam mendukung pemerintah meningkatkan angka pencapaian target SDGs.

Dipublikasikan pada Senin, 20 Januari 2020 10:01 WIB
Diperbarui pada Rabu, 5 Februari 2020 10:05 WIB

Duta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Indonesia 2019-2021 yang saat ini juga menjabat Staf Khusus Presiden Republik Indonesia, Billy Mambrasar, menyayangkan rendahnya pencapaian angka SDGs Indonesia pada tahun 2019 dan berharap agar pemuda dan pemudi Indonesia dapat lebih melibatkan dirinya untuk mendukung pemerintah meningkatkan angka pencapaian target SDGs. Hal ini disampaikan Billy saat menjadi pembicara utama di acara Word Wildlife Fund (WWF) Indonesia di Yogyakarta.

SDGs atau tujuan pembangunan berkelanjutan berisi 17 indikator yang menjadi acuan negara-negara PBB di seluruh dunia. Billy bersama dengan Vania Herlambang (Putri Indonesia Lingkungan Hidup 2018) dan Alissa Wahid (putri dari mendiang Abdurrahman Wahid) didapuk menjadi duta SDGs sejak Oktober 2019 oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional.

Tugas mereka adalah menginspirasi dan mendorong kolaborasi berbagai pihak untuk mendukung Indonesia dalam mencapai target-target indikator tersebut agar memperoleh reputasi yang baik di dunia internasional.

Acara bertajuk “Kumpul Bareng Komunitas Earth Hour” se-Indonesia yang merupakan acara tahunan bagi komunitas muda dan relawannya pada 16-20 Januari 2020 ini bertempat di The Cangkringan, Kaliurang, Yogyakarta, dihadiri oleh 63 pahlawan lingkungan muda dari seluruh Indonesia yang telah berjuang menjaga kelestarian lingkungan nusantara.

Kegiatan Kumbang (Kumpul Belajar Bareng) WWF Indonesia tahun ini merupakan kegiatan yang ke-8 dengan menghadirkan peserta dari 35 kota di Indonesia. Kumbang dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan wawasan komunitas muda tentang isu lingkungan.

Komunitas Earth Hour sendiri merupakan kumpulan anak-anak muda di seluruh dunia, termasuk Indonesia, yang secara regular dan serempak mematikan lampu dan menghentikan penggunaan listrik selama beberapa jam setiap tahunnya. Dampaknya adalah pengurangan emisi karbon yang membantu pelestarian lingkungan dalam jangka panjang. Komunitas ini telah menginspirasi lahirnya pahlawan-pahlawan lingkungan muda di seluruh dunia.

“Dari 158 negara di dunia, Indonesia masih menempati peringkat 102, jauh di bahwa negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina. Dari 17 indikator kita hanya mengalami peningkatan di 3 indikator dan terjadi penurunan drastis di Tujuan 15, yaitu perlindungan kehidupan di darat dan laut,” Billy Menerangkan.

“Tugas kita semua sebagai anak muda Indonesia untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan angka indikator tersebut. Kita harus meningkatkan pendidikan lingkungan hidup juga agar generasi Muda Indonesia ke depannya lebih mawas dan ikut berkontribusi (dalam peningkatan angka target indikator tersebut),” imbuhnya.

Pada akhir sesi, Billy mengajak para peserta untuk memberikan masukan terkait penciptaan sebuah website dan aplikasi yang dapat mengukur angka kontribusi seseorang, perusahaan, dan lembaga swasta dalam membantu Indonesia mencapai peningkatan indikator SDGs. Dengan adanya platform ini, Billy berharap dapat menjadi acuan pemerintah dalam memberikan insentif yang memadai bagi pihak-pihak yang telah ikut berkontribusi mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan ini.