Pemerintah Lakukan Perawatan Intensif bagi WNI Positif Korona

Dipublikasikan pada Selasa, 3 Maret 2020 11:09 WIB
Diperbarui pada Selasa, 3 Maret 2020 11:10 WIB

Melanjutkan pernyataan Presiden Joko Widodo yang membenarkan bahwa sudah ada dua warga kita yang berada di Indonesia dinyatakan positif terkena virus korona, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan langsung bergerak cepat setelah mendapat data dari lapangan. Saat ini, keduanya menjalani perawatan intensif di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

RSPI Sulianti Saroso adalah salah satu rumah sakit rujukan nasional yang memang sejak awal sudah disiapkan untuk menangani Covid-19. Dua rumah sakit rujukan lainnya (di Jakarta) adalah RSPAD Gatot Subroto dan RS Persahabatan. Total ada 100 rumah sakit di seluruh Indonesia yang disiapkan untuk penanganan virus korona. Pemerintah sangat serius dalam menghadapi wabah penyakit yang menurut data Badan Kesehatan Dunia, WHO, memiliki tingkat ancaman dengan level tertinggi dalam skala global.

Istana akan terus memantau perkembangan penanganan terhadap dua WNI yang saat ini sudah berada di RSPI Sulianti Saroso. Pemerintah berupaya semaksimal mungkin agar penanganan berjalan lancar dan pasien yang sedang menjalani perawatan dapat kembali pulih.

Pemerintah juga selalu melakukan pendataan di lapangan melalui tim gabungan TNI-Polri-Sipil untuk melakukan riset komprehensif terkait Covid-19 bagi warga kita secara menyeluruh di Indonesia dan WNI yang berada di luar negeri melalui KBRI di negara masing-masing. Sehingga langkah penanganan virus ini bisa dilakukan dengan cepat dan terukur.

Kami mengimbau kepada seluruh warga untuk selalu meningkatkan imunitas tubuh dengan menjaga pola makan serta hidup higienis agar meminimalkan potensi terserangnya virus penyakit apapun. Pemerintah menerima masukan dan informasi dari warga terkait virus korona ini. Masyarakat juga diharapkan selalu memantau perkembangan menyoal Covid-19 ini melalui saluran informasi yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.

(Angkie Yudistia, Staf Khusus dan Juru Bicara Presiden Bidang Sosial)