Pemerintah Mulai Karantina WNI dari Kapal World Dream

Dipublikasikan pada Sabtu, 29 Februari 2020 19:03 WIB
Diperbarui pada Sabtu, 29 Februari 2020 19:09 WIB

Alhamdulillah, saudara-saudara kita telah tiba di Pulau Sebaru sejak proses evakuasi dari Selat Durian, Kepulauan Riau, kemarin, menggunakan KRI Dr. Soeharso. Kita ketahui bersama, terdapat 188 warga negara Indonesia (WNI) dari kapal pesiar World Dream telah dievakuasi dan saat ini tengah menjalani masa observasi di pulau tersebut. Proses ini akan berjalan selama 14 hari ke depan.

Sama seperti saudara-saudara kita yang sebelumnya menjalani karantina di Pulau Natuna, para WNI tersebut menjalani observasi dengan beberapa peningkatan dari sisi fasilitas dan prosedur penanganan yang ketat. Semua sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh badan kesehatan dunia (WHO).

Hingga saat ini, seluruh WNI yang dievakuasi dari kapal pesiar World Dream dinyatakan negatif terjangkit virus korona. Namun, proses obeservasi tetap dilakukan untuk memastikan saat mereka pulang ke keluarga masing-masing dinyatakan dalam kondisi sehat dan tidak menimbulkan potensi penyebaran virus.

Pemerintah juga memastikan akan memulangkan saudara-saudara kita yang saat ini masih berada di kapal pesiar Diamond Princess dan rumah sakit lepas Yokohama, Jepang. Total ada 68 orang yang akan dievakuasi.

Proses evakuasi saudara-saudara kita di kapal Diamond Princess tentu juga mengikuti protokol kesehatan pihak Jepang. Rencananya akan diangkut dengan pesawat berbadan besar supaya tidak harus melakukan transit terlebih dahulu.

Sesampainya di Indonesia, mereka akan menjalani karantina di Pulau Sebaru, sama dengan WNI yang dievakuasi dari kapal pesiar World Dream. Nanti ada pemisahan atau pembagian blok bagi warga yang berasal dari kapal pesiar World Dream dan Diamond Princess.

Masa karantina akan berjalan dua kali lebih lama, sekitar 28 hari. Ini dilakukan untuk memastikan mereka benar-benar sehat saat meninggalkan tempat karantina. Selain itu, terdapat kejadian salah seorang warga Amerika Serikat yang merupakan penumpang kapal pesiar Diamond Princess dinyatakan negatif terjangkit virus, namun menjadi positif korona setelah hari ke-21.

Saat ini, sembilan WNI yang berada di dalam kapal pesiar Diamond Princess dinyatakan positif virus korona, dan menjalani perawatan intensif oleh pemerintah Jepang. Indonesia, melalui KBRI terus memantau perkembangan dan memastikan penanganan kepada WNI dilaksanakan sebaik-sebaiknya.

Pemerintah benar-benar memerhatikan keamanan, keselamatan, dan kesehatan para saudara kita baik yang berasal dari Diamond Princess maupun World Dream. Lebih luas lagi, memastikan kesehatan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Ini tanggung jawab Negara untuk melindungi warganya.

Proses ini dilakukan melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, yang menyertakan kementerian teknis di bawahnya serta mendapat dukungan penuh dari TNI-AL, BNPB, dan kelembagaan lainnya.

Mohon doanya agar operasi kemanusiaan ini bisa terselesaikan dengan akhir yang melegakan kita. Setiap langkah taktis dilakukan secara terukur dan strategis. Ini semata-mata merupakan upaya untuk menjamin rasa aman bagi para warga, baik saudara-saudara kita yang menjalani masa karantina maupun masyarakat umum. Kita lakukan secara optimal dan dengan usaha maksimal.

(Angkie Yudistia, Staf Khusus dan Juru Bicara Presiden Bidang Sosial)