Keterangan Pers Presiden Republik Indonesia Usai Peninjauan Pasar Menteng Pulo, Jakarta

Kamis, 15 Juni 2023
Pasar Menteng Pulo, Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta

Wartawan:
Hasil peninjauan dari Pasar Menteng Pulo ini, seperti apa, Pak? Bagaimana harga-harga barang?

Presiden RI:
Ya, ingin melihat situasi harga, terutama berkaitan dengan inflasi setelah Lebaran. Tadi yang kita lihat memang yang naik adalah (harga) bawang merah, di angka Rp44 (ribu) – Rp45 (ribu), dari yang sebelumnya kan hanya Rp32 (ribu) – Rp34 (ribu), naik di Rp44 (ribu) – Rp45 (ribu). Saya kira itu saja.

Wartawan:
Persediaan beras dan bahan pokok lainnya?

Presiden RI:
Beras enggak ada masalah. Beras tadi yang medium dijual Rp9.000 ada, Rp9.500 ada, saya kaget juga ternyata ada yang Rp9.000, bagus saya kira. Minyak juga masih Rp14.000, (harga) telur turun di Rp31.000.

Wartawan:
Pak, izin Pak, soal putusan MK (Mahkamah Konstitusi) terkait dengan sistem pemilu, dari Presiden sendiri melihatnya bagaimana, Pak? Karena hari ini kan putusannya, Pak.

Presiden RI:
Ya, nanti nunggu dari MK saja. Nunggu dari MK saja, karena setiap partai, setiap orang kalau ditanya itu bisa beda-beda, karena memang dua-duanya ada kelebihan ada kelemahannya. Yang tertutup ada kelebihan ada kelemahan, yang terbuka juga ada kelebihan ada kelemahan.

Wartawan:
Kemarin ketemu Ketua MK di PRJ (Pekan Raya Jakarta), ngopi bareng atau ada pembicaraan tentang itu? Ada omongan soal itu enggak, Pak?

Presiden RI:
Ngopi, banyak orang, masa urusan, enggak ada, enggak pernah campur aduk seperti itu, enggak pernah kita.

Wartawan:
Dari Bapak sendiri preferensinya di antara dua pilihan itu, yang mana kira-kira, Pak, yang terbaik untuk rakyat?

Presiden RI:
Ya terserah undang-undang, terserah keputusan.

Wartawan:
Kita selama ini sudah menerapkan sistem pemilu secara proporsional terbuka. Jika nantinya MK memutuskan secara tertutup, pandangan Pak Presiden seperti apa?

Presiden RI:
Oh, belum diumumkan saja, kok, seandainya.

Wartawan:
Kabarnya ada kasus Pak Mentan, ada kasus yang diselidiki oleh KPK dan beberapa sumber menyebutkan bahwa beliau diisukan akan jadi tersangka?

Presiden RI:
Tanyakan ke sana, tanyakan ke sana, tanyakan ke sana.

Wartawan:
Tapi arahan dari Presiden, arahan ke menteri sendiri gimana, Pak?

Presiden RI:
Kan bolak-balik saya sampaikan, hati-hati mengelola keuangan negara, karena yang kita kelola ini di setiap kementerian ini gede banget, harus diawasi, harus dikontrol, harus dicek. Kan, bolak-balik saya sampaikan, sekecil apa pun uang itu.

Wartawan:
Kasusnya Pak Mentan ini ada yang mengaitkan dengan urusan politik?

Presiden RI:
Ya, itu urusannya siapa? Kalau urusan penegak hukum, ya tanyakan ke penegak hukum lah, jangan ditanyakan ke saya.

Wartawan:
Pak izin, katanya Perdana Menteri Belanda sudah mengakui (tanggal) 17 Agustus 1945 sebagai hari kemerdekaan kita. Tanggapan dari pemerintah seperti apa, Pak?

Presiden RI:
Ya bagus, tapi nanti kita melihat. Saya akan minta masukan dulu ke Menteri Luar Negeri, karena itu impact-nya ke mana-mana, ya.

Wartawan:
Pak, soal mandor asing di IKN Pak, dalam pernyataan Pak Luhut, apakah Pak Jokowi sudah mengetahui hal tersebut?

Presiden RI:
Apa?

Wartawan:
Mandor asing di IKN, Pak, untuk pembangunan Istana Negara.

Presiden RI:
Mandor apa, kok mandor.

Wartawan:
Pengawas, Pak, untuk pembangunan Istana Negara.

Presiden RI:
Beda lo, ya mandor sama pengawas. Ya memang sudah diusulkan dalam rapat, ya kalau hanya satu-dua untuk urusan kualitas barang nanti yang dihasilkan. Nanti kalau jelek, gimana kualitasnya? Tapi kalau hanya satu-dua yang bisa mengarahkan, yang bisa mengontrol, mengawasi, sehingga kualitasnya menjadi kualitas yang baik, kenapa tidak?