Keterangan Pers Sebelum Keberangkatan ke Australia

Senin, 4 Maret 2024
Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta

Presiden Joko Widodo:
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera untuk kita semua.

Hari ini saya dengan delegasi terbatas akan berangkat ke Melbourne, Australia untuk menghadiri KTT Khusus ASEAN-Australia.

KTT ini diselenggarakan untuk memperingati 50 tahun kemitraan ASEAN dan Australia. Tema yang diangkat adalah ‘Partnership for the Future’, membahas bagaimana kemitraan strategis komprehensif ASEAN-Australia dapat dioptimalkan ke depan guna mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang damai, stabil, dan makmur.

Saya akan menggunakan kesempatan ini untuk mendorong kerja sama, penguatan integrasi ekonomi, transisi energi, dan transformasi digital, serta pemajuan paradigma kolaborasi dan penghormatan hukum internasional secara konsisten, termasuk dalam isu Palestina.

Selain menghadiri KTT ASEAN-Australia, saya juga berencana untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia, Perdana Menteri Selandia Baru dan (Perdana Menteri) Kamboja.

Saya dan rombongan insya Allah akan tiba kembali di Jakarta tanggal 6 Maret hari Rabu.

Terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Wartawan:
(Audio tidak jelas)

Presiden Joko Widodo:
Banyak. Jadi, kerja sama di electric vehicle kita akan dorong agar kerja sama ini terjadi dan dilaksanakan secepat-cepatnya, juga yang berkaitan dengan transformasi digital. Saya kira arahnya ke sana.

Wartawan:
(Audio tidak jelas)

Presiden Joko Widodo:
Ya termasuk itu akan kita bicarakan, tapi belum sampai sedetail apa yang akan kita bicarakan, tapi tentu saja itu akan juga kita bicarakan.

Wartawan:
(Audio tidak jelas)

Presiden Joko Widodo:
Setiap bertemu dengan Perdana Menteri, dengan Presiden siapa pun, selalu itu saya sampaikan.

Wartawan:
(Audio tidak jelas)

Presiden Joko Widodo:
Ini mau Lebaran sehingga persiapan-persiapan mengenai ketersediaan, utamanya bahan pokok, itu menjadi sangat penting. Untuk beras, saya kira stoknya enggak ada masalah, dan bahan-bahan yang lainnya nanti akan secara detail saya lihat di lapangan.

Tapi di beberapa pasar coba dilihat sekali lagi, dilihat. Mengenai beras di Pasar Cipinang atau di Pasar Johar di Karawang, sudah mulai turun.

Dan kita harapkan, karena di lapangan mulai panen dan panen raya segera mungkin dalam satu bulan ke depan akan terjadi, saya kira harga itu akan turun banyak.

Gabah juga—saya mendapatkan informasi—di lapangan sudah turun, tetapi juga turunnya jangan drastis karena petani juga perlu diberikan ruang keuntungan.

Wartawan:
(Audio tidak jelas)

Presiden Joko Widodo:
Yang pertama, BBM nanti biar Pak Menko yang menyampaikan atau dari Pertamina yang menyampaikan.

Wartawan:
(Audio tidak jelas)

Presiden Joko Widodo:
Tidak, tapi nanti yang akan menyampaikan dari Pertamina.

Wartawan:
(Audio tidak jelas)

Presiden Joko Widodo:
Itu urusan partai. Tanyakan ke partai.

Wartawan:
(Audio tidak jelas)

Presiden Joko Widodo:
Tanyakan ke KPU.

Wartawan:
(Audio tidak jelas)

Presiden Joko Widodo:
Itu urusan DPR. Silakan ditanyakan ke DPR.

Wartawan:
(Audio tidak jelas)

Presiden Joko Widodo:
Ditanyakan saja. Tolong berbondong-bondong ke Pasar Induk Beras Cipinang dan juga ke pasar beras di Pasar Johar, Karawang. Dilihat di lapangan sudah turun, tapi memang itu tidak merepresentasikan harga-harga di seluruh tanah air, di beberapa provinsi. Coba dicek semuanya, dicek langsung.

Jangan ditanyakan kepada saya. Meskipun saya tahu setiap hari harga itu naik turunnya saya tahu, tapi tolong jangan terus ditanyakan kepada saya.

Cek di lapangan sendiri, berbondong-bondong ke sana ya.

Makasih.