Peresmian Pembukaan Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) Otonomi Expo Tahun 2021

Rabu, 20 Oktober 2021
Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera bagi kita semuanya,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.

Yang saya hormati, para Menteri Kabinet Indonesia Maju. Hadir bersama kita Pak Mendagri, Pak Sekretaris Kabinet;
Yang saya hormati, Ketua Umum Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia), Bapak Sutan Riska Tuanku Kerajaan, beserta seluruh jajaran Dewan Pengurus Apkasi;
Yang saya hormati, para Bupati dari seluruh Tanah Air, Indonesia;
Hadirin dan Undangan yang berbahagia.

Pertama-tama, saya mengapresiasi inisiatif Apkasi untuk segera menggerakkan perekonomian daerah, antara lain lewat expo ini.

Saya setuju, perdagangan, turisme, investasi harus mulai digerakkan. Jangan terlambat. Tetapi dengan catatan, kesehatan tetap nomor satu. Perekonomian perlu diaktifkan dengan tetap waspada terhadap masalah kesehatan, disiplin protokol (kesehatan), dan juga vaksinasi yang harus cepat dilanjutkan.

Kemarin saya mendapatkan informasi, kita sudah menyuntikkan 171 juta dosis kepada rakyat kita. Dan target kita nanti sampai di akhir Desember, akhir tahun, itu minimal 270 juta dosis. Jadi, masih banyak sekali dalam dua bulan lebih ini yang harus kita lakukan, utamanya (yang) berkaitan dengan vaksin.

Dan saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan Bapak-Ibu, Saudara-saudara Bupati semuanya dalam pelaksanaan vaksinasi di daerah. Tetapi juga perlu saya ingatkan, karena ini sudah hampir semuanya sudah mulai dibuka sekolah, mulai pembelajaran tatap muka, kontrol lapangan harus terus dilakukan, utamanya sekarang ini yang berkaitan dengan sekolah, pembelajaran tatap muka. Betul-betul cek betul, bahwa kesiapan sekolah dalam menerapkan protokol kesehatan ini betul-betul dijalankan karena mengelola anak-anak yang, terutama yang SD ini, bukan hal yang mudah.

Satu-dua (pelajar) sudah ada yang yang terpapar lagi sehingga semua daerah saya harapkan juga kewaspadaannya terhadap ini. Beberapa negara kemarin merangkak naik (angka Covid-19-nya) juga dimulai karena pembukaan sekolah. Dan kita tidak mau itu terjadi di negara kita.

Cek juga kesiapan obat, kesiapan rumah sakit, meskipun saya tahu BOR-nya (bed occupancy rate) sekarang sudah rendah semuanya. Dan sekali lagi, kita harus mulai mengaktifkan ekonomi kita, dan selalu siaga menghadapi semua hal yang tidak pasti. Karena dunia global sekarang ini betul-betul penuh dengan keragu-raguan, penuh dengan ketidakpastian, penuh dengan kompleksitas masalah yang sebelum-sebelumnya tidak pernah terjadi.

Akhir-akhir ini, mulai terjadi di beberapa negara, (di beberapa negara) di Eropa, di China, krisis energi yang semuanya enggak menduga. Tapi, kita diuntungkan karena harga komoditas naik. Saya kira daerah yang memiliki kelapa sawit, yang memiliki batu bara senang semuanya, atau yang memiliki nikel, atau yang memiliki tembaga, semuanya senang karena ekonomi di daerah penghasil komoditas itu pasti akan merangkak naik, insyaallah akan merangkak naik.

Saya menyambut baik diselenggarakannya (Apkasi) Otonomi Expo (tahun) 2021 yang diselenggarakan oleh Apkasi ini. Ini merupakan ajang untuk saling tahu, saling bekerja sama, memperkuat kerja sama perdagangan antardaerah, dan sekaligus juga memperkuat ekspor kita ke negara-negara lain, termasuk perluasan pasar-pasar ekspor baru. (Tetapi) jangan melupakan, sekali lagi, pasar dalam negeri yang sangat potensial yang sangat besar karena jumlah penduduk kita 270 juta, dan kelas menengahnya bertumbuh sangat pesat. Ini yang harus menjadi peluang untuk memperkuat industri dalam negeri kita. Jangan sampai pasar yang besar ini diambil oleh negara-negara lain.

Dan juga perlunya diperkuat perdagangan antardaerah, antarkabupaten, antarprovinsi, antarpulau. Ini penting sekali untuk diperkuat. Saya kira dalam forum-forum Apkasi, ini perlu terus disampaikan.

Perdagangan antardaerah, antarpulau harus terus dikembangkan. Dan setiap daerah sebaiknya fokus pada produk unggulannya. Jangan semuanya dikerjakan, sehingga nanti ke depan bisa saling menopang. Kita ini kan senangnya latah. Karet ramai, semua menanam karet. Sawit ramai, semua menanam sawit. Sawit ambruk, semuanya juga ambruk. Karet harganya jatuh, semuanya juga ikut jatuh. Jangan seperti itu.

Setiap daerah, saya ingatkan, perlu fokus pada produk unggulannya karena ketidakpastian tadi. Jadi, jangan (melihat) daerah lain, “Wah, di sana nanem karet kok (hasilnya) bagus, ekonominya baik,” (lalu) rakyat kita suruh menanam karet. Ya pas (hasilnya) baik, ya (ekonominya baik). Tapi pas (hasilnya) jatuh, itu hati-hati, barengan (jatuhnya) nanti, berbahaya. Sekali lagi, setiap daerah harus fokus pada produk unggulannya sehingga bisa saling menopang, bisa saling mengisi, bisa saling melengkapi dalam value chain nasional kita.

Dan kita harus terus meningkatkan volume ekspor kita, memberikan fasilitas/memfasilitasi para pelaku usaha untuk agresif memanfaatkan peluang-peluang ekspor yang ada. Mulai didorong, produk apa pun didorong untuk berani berkompetisi, memanfaatkan peluang ekspor yang ada sehingga membuat produk kita dikenal dan kompetitif di pasar global.

Ini kemarin saya mendapatkan informasi, nilai ekspor Indonesia tahun ini, dari Januari sampai ke Agustus, mencapai US$142 miliar. Ini tumbuh 37,7 persen yearonyear. Artinya ekspor kita tumbuh sangat bagus sekali, 37,7 persen yearonyear. Daerah bisa memanfaatkan ini karena semua negara sekarang ini membutuhkan komoditas-komoditas kita. Jangan sampai ada daerah yang justru menghambat, membuat ruwet perizinan, tidak mendorong agar ekspor kita bisa berkembang dengan baik.

Dan potensi pasar ekspor masih terbuka lebar. Mitra dagang kita juga mulai banyak yang pulih. Tiongkok tumbuh 7,9 persen. Amerika tumbuh 12,2 persen. Jepang tumbuh 7,6 persen. India bahkan tumbuh 20,1 persen. Peluang ini yang harus kita manfaatkan untuk mendorong komoditas kita, produk-produk kita masuk ke negara-negara yang tadi saya sebut.

Dan dalam expo ini, saya harapkan masing-masing daerah tidak hanya menunjukkan produk dan objek-objek wisatanya, tapi juga menunjukkan bahwa iklim investasi di daerah-daerah kita ini semakin baik, kepastian hukum semakin baik, kemudahan perizinan juga semakin baik. OSS (Online Single Submission) juga sudah berjalan dengan baik. Kepastian ini yang sebetulnya diperlukan oleh dunia usaha. Dengan cara ini, diselenggarakannya expo ini, juga kita harapkan bisa meningkatkan investasi di daerah, dan mempercepat membuka lapangan-lapangan kerja baru bagi masyarakat kita, dan menggerakkan ekonomi daerah.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan dalam kesempatan yang baik ini. Dan dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Apkasi Otonomi Expo Tahun 2021 saya nyatakan dibuka.

Terima kasih.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Om Shanti, Shanti, Shanti, Shanti Om.