Menanti Pertemuan Presiden Jokowi dan Kaisar Reiwa

Presiden Jokowi menyampaikan undangan tersebut pada saat menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Jepang, Jumat, 10 Januari 2020, di Istana Merdeka.

Dipublikasikan pada Minggu, 12 Januari 2020 14:13 WIB
Diperbarui pada Jumat, 7 Februari 2020 15:32 WIB

Presiden Joko Widodo akan mengundang Kaisar Reiwa. Kaisar Reiwa adalah julukan untuk Kaisar Naruhito yang berarti ‘era keselarasan’. Kaisar Naruhito menggantikan posisi Kaisar Akihito sejak 1 Mei 2019. Presiden menyampaikan undangan tersebut pada saat menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Jepang, Jumat, 10 Januari 2020 di Istana Merdeka.

Bagi Jepang, kaisar adalah simbol negara yang mempersatukan seluruh rakyat. Walaupun kaisar tidak secara langsung mengelola kekuasaan politik pemerintahan, kaisar merupakan representasi kekuatan sosial karena menjadi pucuk tertinggi agama Shinto. Oleh karena itu, Kaisar Jepang menjadi simbol juga dalam membangun hubungan antar negara. Hal ini bisa dilihat pada hubungan negara Jepang dengan Cina dan Korea Selatan. Hubungan mereka berubah baik ketika Kaisar Akihito menciptakan kebijakan ‘permohonan maaf’ kepada kedua negara tersebut terkait Perang Dunia II. Kaisar Akihito sendiri sejak menjadi kaisar mendapat julukan atau gelar Kaisar Heisei yang bermakna ‘era perdamaian’.

Kaisar Reiwa, julukan Kaisar Naruhito, atau era keselarasan nan indah juga akan menjadi simbol masyarakat Jepang dalam konteks hubungan-hubungan internasional. Presiden Joko Widodo pun memiliki konsep yang serupa, yaitu keselarasan seluruh komponen bangsa untuk mencapai Indonesia.

Undangan Presiden Joko Widodo kepada Kaisar Naruhito adalah proses penting bagaimana konsep politik Indonesia dan simbol Negara Jepang yang berlandaskan pada keselarasan (harmoni) bertemu.

Bertemunya dua ‘keselarasan’ Indonesia dan Jepang memberi dampak konstruktif antara lain:

  1. Semakin erat kepercayaan antar kedua negara untuk bekerja sama pada banyak bidang strategis untuk kebaikan masyarakat.
  2. Penguatan jaringan kerja sama diplomasi global berdasar konsep keselarasan, yaitu saling kerja sama dan peduli, yang dibutuhkan untuk menghadapi krisis global.
  3. Terbentuk simbol kekariban lintas negara dengan agama berbeda yang hidup berdampingan secara damai.

Pada dasarnya Presiden Jokowi saat ini aktif membangun kerja sama internasional agar kondisi stabilitas politik yang baik dan segala potensi Indonesia mampu dioptimalkan dalam mencapai Indonesia Maju.

(Juru Bicara Presiden RI)