Stafsus Presiden RI Beri Kritik terkait Pencapaian Pembangunan Berkelanjutan di Papua

Billy Mambrasar, putra Papua yang merupakan salah satu dari staf khusus milenial Presiden RI, hadir sekaligus membuka acara “Konsultasi Publik: Rencana Aksi Daerah (RAD) Sustainable Development Goals (SDGs)” yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Papua.

Dipublikasikan pada Rabu, 11 Desember 2019 13:20 WIB
Diperbarui pada Rabu, 5 Februari 2020 08:24 WIB

Billy Mambrasar, putra Papua yang merupakan salah satu dari staf khusus milenial Presiden RI, hadir sekaligus membuka acara “Konsultasi Publik: Rencana Aksi Daerah (RAD) Sustainable Development Goals (SDGs)” yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Papua hari ini, Rabu, 11 Desember 2019, bertempat di Hotel Fame, Jayapura.

Dalam kesempatan tersebut, Billy mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) provinsi Papua untuk mengadopsi serta mengimplementasikan SDGs dalam semua pelaksanaan program kerja di semua sektor guna menopang pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Papua Yohanis Walilo, Staf Ahli Gubernur R. Rumbiak dan perkalian dari kesektariatan SDGs Pusat.

Menurut Billy, yang harus menjadi perhatian utama khususnya untuk Provinsi Papua dan Papua Barat adalah perbaikan kualitas sumber daya manusia.

“Tujuh belas tujuan pembangunan berkelanjutan dapat secara efektif tercapai apabila manusia sebagai aktor utama telah mumpuni mendorong pembangunan tersebut,” ujar pendiri Yayasan Kitong Bisa ini menaruh fokus pada poin ke-4 dari 17 tujuan SDGs, yakni memastikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas setara, juga mendukung kesempatan belajar seumur hidup bagi semua.

“Pembangunan di Tanah Papua bukan hanya tanggung jawab pemerintah, akan tetapi seluruh pemangku kepentingan termasuk sektor swasta dan mitra pembangunan lainnya. Saya mengucapkan terima kasih untuk semua mitra pembangunan yang hadir hari ini dan yang telah ikut membangun Tanah Papua,” ujar Billy.

Billy juga menambahkan, kolaborasi untuk pencapaian SDGs yang dilakukan oleh semua stakeholder baik pemerintah provinsi atau kabupaten-kota, NGO, perusahaan swasta, hingga komponen pemuda akan membantu menghindari ketergantungan pembangunan pada dana dari pemerintah pusat saja.

“Apabila ini dapat terjadi dengan baik Papua dapat menjadi contoh pencapaian pembangunan berkelanjutan dalam bentuk sinergitas positif,” imbuh pria kelahiran Yapen, Papua, ini.

Selain itu, penting untuk memberikan kesempatan kepada seluruh pemuda dan pemudi Papua untuk terlibat aktif dalam pembangunan tersebut.

“Jangan hanya pelaporan dalam bentuk angka dan kertas saja, implementasi SDGs harus mampu menyasar hingga ke seluruh masyarakat Papua secara nyata, termasuk masyarakat kita yang tinggal di daerah pedalaman,” tutup Billy.

Dalam kunjungan kerja ke Jayapura, Papua, ini Billy Mambrasar juga akan mengunjungi Yayasan Syalom yang memberikan layanan pendidikan gratis untuk anak-anak suku Koroway di Wilayah Arso, serta berdiskusi terkait kewirausahaan bersama 100 pengusaha muda Papua asli di Hotel Aston Jayapura.